Dita yang Kami Sayangi

Aku masih ingat saat pertama kali melihatmu Dit. Waktu itu hari pertama masuk SMA. Kamu duduk di sebelahku, mencoba bicara dengan Melia. Mau tak mau aku melihatmu, karena aku duduk di antara kalian. Di mataku saat itu tak ada yang istimewa darimu, tapi aku menyadari matamu bersinar dan kau juga sempat tersenyum sekilas padaku. Mungkin … Lanjutkan membaca Dita yang Kami Sayangi

Kartini Ala-ala

Pagi ini Mbak Sri, art nya ibu, bawa-bawa pita. Katanya mau buat Kartinian anaknya besok. "Ini saya ambil dari baju lama saya mbak, mau minta lem di sini, disambungin ke jepit rambut." Anak Mbak Sri baru kelas satu SD. Di SD itu, tiap hari Kartini semua muridnya disuruh pake kebaya dan sanggulan. Teman-teman anaknya Mbak … Lanjutkan membaca Kartini Ala-ala

22 Desember

Kalau sahabat Lloyd Rockwell di novel Perfect Strangers (aduh, lupa namanya, yang gay itulah) ketemu ibuku, mungkin ibuku bakal dikategorikan cewek tipe rapuh. Ibuku nggak bisa naik motor ataupun nyetir sendiri, agak gaptek soal komputer, dan selalu butuh asisten buat nyari barang-barangnya (misal jilbab, baju, flasdisk)yang mau dipakai, yang ngumpet entah di mana. Anehnya, ibuku … Lanjutkan membaca 22 Desember