Balada Anting Bayi

Punya anak cewek itu, ada printilan spesial bernama anting. Saya dan Z sih tipe orang tua tradisional, yang menindik bayinya sejak baru lahir. Pikir kami mumpung masih kecil jadi nggak ingat sakit. Soalnya Z takut suntik, siapa tahu nurun ke Hana (semoga nggak. Amiiin).
Selain itu juga penanda cewek, karena Hana rambutnya seiprit. Cuma tiga helai kalau kata Yangkung nya. Mau dipakein bandana saya nggak tega, keknya gatel dan kepalanya empuk banget. Anting itu sebagai hadiah juga buat Hana. Sekalian nabung ya Nak, hihihi. Kenapa hadiahnya anting, bukan gelang aja gitu yang nggak nyakitin? Soalnya saya pikir akan semakin rawan kalau bayi pakai perhiasan, jadi cukup anting aja. Kenapa nggak disimpan aja antingnya? Soalnya orang bisa berpikir kami nggak beliin Hana anting kalau nggak dipakai. Yah, kita bisa mengabaikan apa kata orang ya tapi nyinyirnya itu kadang bikin nggak tahan. Hana pakai anting aja kadang ditanya kok. Oooo cewek ya? Kok nggak pakai anting? -______-

Terus… waktu browsing tentang anting bayi, saya baru tau ada sebagian mamak-mamak yang tidak menindik bayi perempuannya sampai dia minta sendiri. Mereka bertahan menghadapi kenyinyiran. Wow kewl. Saya jadi sedikit merasa bersalah sama Hana. Dulu sempat lihat darahnya sekitar 2-3 hari masih keluar. Kasihan memang, bayi sekecil itu. Alhamdulillah dia nggak alergi sama antingnya padahal cuma 70%.

Oiya, kenapa saya beli anting baru? Karena selama tujuh bulan ini, dia sudah pakai dua pasang anting model ring, satu beli di RS dan satunya lagi punya Uti nya alias yang saya pakai dulu, copot semua selalu yang kiri. Yang beli di RS udah pernah jatuh tapi ketemu*alhamdulillah, kekep dompet*, yang punya Uti menjepit daun telinganya jadi seakan kupingnya punya dua tindikan. Kasihan si Hana. Keknya gatel, jadi diusrek-usrek terus itu anting sampai copot.

Pesan Uti nggak usah beli baru, cukup kasih baby oil aja terus anting yang dipasang digerakkan maju mundur. Supaya dangkal nya keluar. Tapi telaaaat saya udah beli *horeeee. Soalnya saya udah gemes sama anting Hana.

image

image

Tadinya nyari yang setengah gram aja. Tapi nggak ada kalau nggak model ring. Akhirnya beli yang model jepret begitu. Keknya sih bakalan awet amiiin soalnya kunciannya dua. Di tempat kami beli, mana lagi kalau bukan Cikini, kami puterin tuh hampir semua toko, kami bandingin harga dan modelnya. Kecuali di Kenanga, kami nggak nanya karena penuh banget nggak tau kenapa. Bahkan sampai kami nggak bisa mendekat ke meja.

Baca: Cincin Kawin

Berat antingnya nggak sampai segram. Tapi bukan emas 100%, nggak ada yang macem-macem gitu kalau 100% karena susah dibentuk. Banyak juga yang punya model jepret tapi kunciannya cuma satu. Saya nemu yang kunciannya dua begitu cuma di Dewi Jewellery. Soal harga nggak dimahalin sih, tapi nggak bisa ditawar juga T.T. Masih bersaing kok harganya sama Harmoni, yang paling murah waktu kami muter-muter siang itu.

Iklan

3 thoughts on “Balada Anting Bayi

  1. Mbak Wekaaa, sekarang Hana umur berapa mba? Masih awet antingnya kah? Btw harga normal anting bayi itu berapa ya? Biar kalau ke toko ga ketipu sama mbak-mbaknya wkwkwk. Aku juga lagi mikirin anting nih haha, secara aku sejak SMA (apa kuliah ya?) udah ga pake anting gegera sering copot sebelah. Padahal aku udah gede ya, ga pecicilan banget juga, tapi suka copot aja antingnya. Dan aku merasa itu useless juga, wong pake jilbab kan ketutupan. Toh syariat juga ga mewajibkan, cuma adat aja kayaknya ya. Tapi kalau bayi emang salah satu penanda dia cewek adalah anting sih ya, kalau ga pake pasti dikira cowok. Ngebayangin juga mbah-mbahnya pasti ngomel kalau si bayik ga dipakein anting. Tapi kasian sih yaaa mbayanginnya pas ditindik pasti nangis kejer, kalau bayinya heboh juga pasti suka ditarik-tarik trus copot. Duh ribet. Maunya ga usah aja. Tapi ya itu pasti ditanyain sejuta umat wkwkwkkwk. Terus ini aku komen panjang banget lah -___-“

    1. fira, nati kalah panjang postinganku lho. hahaha anting bayi setengah gram aja belinya fir, rawan ilang! anting anakku barusan ilang soalnya. yang model begini yang satu awet yang satu rusak karena aku nekennya kekencengan. belum ilang sih, tapi copot pernah. hahahah sama aja ternyata. itulah ga enaknya fir, tetangga pasti nyinyir. wong udah pake aja masih ditanyain og fir. emang kasihan liatnya waktu itu berdarah.. T.T Kalau antingmu ilang berarti antingnya itu gampang copot. mesti dikasih ganjelan. Ga harus sih, tapi kata ibuku nek aku ilang ga bawa duit bisa jual anting. hahaha aneh banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s