Belajar Parenting

image

Sebagai orang tua baru dengan satu anak yang sekarang berumur enam bulan,  saya dan Z benar- benar minim ilmu dan pengalaman. Saya cuma berbekal ingatan saya mengasuh adik saya yang lahir saat saya kelas lima SD.  Sedangkan Z nggak tahu sama sekali, bahkan awal Hana lahir  Z nggak bisa gendong bayi sama sekali, dan nggak mau gendong Hana karena takut.

Saya cuti melahirkan di rumah orang tua saya, selain murah juga supaya bisa diajari Ibu. Ternyata Ibu saya juga ngakunya lupa, apalagi pas Hana baru lahir Ibu takut salah merawat Hana. Alasannya beda kalau bukan anak sendiri. Huh, nenek macam apa. Karena itu saat pulang dari RS, saya belajar kilat dari perawat. Terutama ngerawat pusernya. Wah bikin saya pusing waktu itu. Apalagi Hana sempet nangis kejer karena kesalahan saya.

Kerempongan itu baru soal merawat ya, belum soal mendidik. Belajar dari mana coba. Terus terang saya agak milih-milih kalau baca buku karena kalau isinya teori thok saya males. Sebab kehidupan nyata nggak segampang teori.

Karena pilah pilih itu, bekal saya selama ini untuk mendidik Hana masih sedikit sekali, antara lain:

1. Saya berniat nggak marahin anak dan berkata jangan. Kenapa? Karena saya punya Ibu yang emosional jadi tahu rasanya nggak enak kalau dimarahin terus. Untuk kata jangan, saya memilih menghindarinya supaya anak lebih mudah memahami. Pernah terjadi saat Hana masih dalam kandungan, saya bilang ke Hana, jangan sungsang ya nak, begitu berulang ulang. Eeeh malah sungsang. Akhirnya saya berpikir mungkin yang terekam oleh Hana adalah sungsang-nya, kata jangan-nya ilang. Ih sotoy ya saya.

2. Nonton Return of Superman yang Song Triplet. Udah anaknya lucu-lucu, semuanya ganteng, makannya banyak, dan bapaknya baik banget. Song Il Kook, bapaknya triplet, nggak pernah marah sama mereka, walaupun ulah ketiga anak lelakinya luar biasa. Dia juga nggak suka nontonin anaknya tivi, video, atau online games, dan lebih suka triplet banyak bergerak. Dia juga bikin dan nyontohin anaknya supaya gampang makan. Song Il Kook juga punya trik gimana saat anaknya berantem atau rebutan mainan.

image

3. Browsing di internet. Baca blognya Mami Ubii yang stimulasi bayi, dan baca statusnya Ayah Edy di Facebook. Baru-baru ini saya baca juga status Kiki Barkiah.

4. Baca bukunya Kiki Barkiah 5 Guru Kecilku tapi baru bagian satu. Baguuus bangeeeet *telat cin, kemana aja -__-. Isinya bukan teori, tapi praktik langsung. Katanya sih buku ini kumpulan status Fb nya, tapi kan saya baru ngikutin di Fb jadi belum baca. Gimana serunya Kiki Barkiah merawat lima orang anaknya tanpa ART, ditambah ada yang homeschooling. Gimana caranya selama ini membiasakan anak tolong menolong, mandiri, dan beribadah. Gimana menghadapi anak yang belum ada tiga tahun cemburu sama adek bayinya. Gimana menghadapi anak perempuannya yang pemalu lagi males sekolah. Gimana  menyiasati kalau udah mentok kesabarannya hampir habis. Yang lebih mengejutkan, nggak semuanya anak kandung. Sampai mewek saya bacanya, bener-bener nggak nyangka saya baca buku parenting bakal nangis begitu.

image

Nah, itu bekal parenting saya. Kalau bekalmu apa? Share yuk!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s